Pengantar Electronic Commerce
Kita berada dalam
suatu tahap sejarah kehidupan yang baru ekonomi digital,
ungkap Don Tapscott dalam bukunya yang terkenal "Digital
Economy " . Itulah katanya seperti apa yang digambarkan
dalam "Digital Economy"-nya Don Tapscott dan
"Being Digital"-nya Negopronte - isi dunia
dalam hal ini manusia dan segala aktifitasnya telah
ditransformasikan dalam bentuk digital. Komputer dan
teknologi yang berkaitan telah mengambil alih dimana-mana
mulai dari pengambilan uang dengan ATM, sistem kendali
pesawat, peralatan rumah sakit, manufaktur sampai komunikasi.
Dalam semua bidang tersebut, komputer nampaknya membawa
perubahan radikal dan fundamental mengubah segala sesuatunya
yang dilakukan.
Namun, Internet
tiba-tiba saja menjadi suatu terobosan yang lebih revolusioner
lagi mengubah bagaimana cara kita beraktifitasa, berkomunikasi
dan berkolaborasi. Jutaan manusia bisa saja dalam satu
malam mengakses dokumen skandal seks Clinton-Lewinsky,
bercakap-cakap dari kamarnya yang gelap di ruang saluran
obrolan, bertukar pikiran dengan bulletin board, atau
meluapkan sumpah serapah dan unek-uneknya dengan e-mail
ke milis apakabar, dan banyak hal lainnya. Namun, satu
hal yang mungkin bakal mengubah kehidupan kita adalah
apa yang disebut sebagai e-commerce atau electronic
commerce.
Apa itu e-commerce?
Anda membeli baju lebaran dengan menggesekkan kartu
kredit Anda pada hakekatnya adalah salah satu realisasi
e-commerce dalam kehidupan kita sehari-hari. Anda mengambil
uang dari Mesin ATM juga bisa disebut e-commerce. Dan
yang lebih canggih lagi, Anda membeli buku dari situs
amazon.com, mengisi form pembelian, memasukkan nomor
kartu kredit Anda , dan mengklik tombol Submit atau
Buy dari Internet adalah e-commerce. Jadi , pada dasarnya
e-commerce merupakan bentuk transaksi ekonomi yang dilakukan
secara digital.
Lalu , kalau
ATM, kartu kredit dan yang transaksi lainnnya sudah
dapat dilakukan mengapa subyek e-commerce ini menjadi
begitu signifikan dan banyak dibicarakan dimana-mana?
Sebabnya adalah Internet. Jaringan publik yang murah
dengan jangkauan global. Dengan adanya Internet, e-commerce
menjadi suatu hal yang penting karena dimungkinkan membangun
suatu infrastruktur dan model ekonomi baru yang mengaburkan
batas-batas negara, institusional, birokrasi dan sistem
untuk siapa saja.
Dimasa yang lalu,
institusi keuangan memegang peranan penting terhadap
jaringan pribadi untuk melaksanakan transaksi secara
digital. Perbankan, institusi keuangan, perusahaan-perusahaan
raksasa menjadi pemilik-pemilik jaringan virtual tersebut.
Saat ini, walaupun jaringan pribadi masih memegang peranan
penting, Internet menjadi suatu jaringan umum yang memungkinkan
terjadinya transaksi ekonomi secara digital. Atau dengan
kata lain, aktifitas ekonomi digital dapat dilakukan
oleh siapa saja melalui Internet. Apa maknanya bagi
ekonomi dunia? Tak kurang dari pemerintah AS yang mulai
memprakarsai apa yang dikenal sebagai Information Superhighway
menjadi suatu infrastruktur ekonomi digital yang disebut
e-commerce itu. Dalam artikel yang dipublikasikan untuk
umum (lihat di http://www.e-commerce.gov ) " A Framework for Global Electronic
Commerce"
disebutkan
bahwa electronic commerce melalui Internet mesti difasilitasikan
dalam basis global .
Perdagangan elektronik
yang saat ini sudah berjalan di Internet, sebenarnya
baru merupakan langkah awal dari e-commerce. Atau dapat
dikatakan sebagaian kecil dari proses e-commerce yang
telah diimplementasikan dengan batasan teknologi yang
ada saat ini. Pengantar e-commerce akan mengulas berbagai
pandangan mengenai e-commerce, bagaimana transaksi di
Internet terjadi, bagaimana persyaratan transaksi di
jaringan publik Internet, bagaimana pembayaran dilakukan,
dimana saja e-commerce ini dapat diterapkan dan bagaimana
e-commerce ini diterapkan untuk kepentingan Anda.
Definisi
Electronic Commerce
Ada banyak definisi
untuk e-commerce, tapi umumnya, e-commerce merujuk pada
semua bentuk transaksi komersial yang menyangkut organisasi
dan individu yang didasarkan pada pemrosesan dan transmisi
data yang digitalisasikan, termasuk teks, suara dan
gambar. Termasuk juga pengaruh bahwa pertukaran informasi
komersial secara elektronik yang mungkin terjadi antara
institusi pendukungnya dan aktivitas komersial pemerintah.
Ini termasuk antara lain manajemen organisasi, negosiasi
dan kontrak komersial, legal dan kerangka regulasi,
penyusunan perjanjian keuangan, dan pajak satu sama
lain.
Sasaran e-commerce
adalah menciptakan lingkungan komersial yang baru dalam
segala bentuknya di abad elektronik. Dimana beberapa
tahap yang umumnya terdapat diantara penjual dan pembeli
dalam transaksi komersial dapat diintegrasikan sekaligus
dan otomatis secara elektronik. Jadi dapat meminimalkan
biaya transaksi.
Definisi yang
terhitung masih luas memberikan gambaran dimana e-commerce
menyangkut juga transfer dana elektronik dan transaksi
kartu kredit, ditambah dengan infrastruktur yang diperlukan
untuk menunjang aktifitasnya. Definisi yang lebih sempit
dikaitkan dengan transaksi elektronik business-to-business dan business-to-consumer dimana transaksi yang
terjadi menyangkut beberapa jenis pembayaran elektronik.
Berikut ini beberapa
definisi mengenai electronic commerce yang mungkin dapat
membuka gambaran lebih jauh mengenai apa yang dimaksud
dengan electronic commerce.
"Pada saat Internet
memberdayakan seluruh penduduk dan mendemokratisasikan
kehidupan sosial (societies), itu juga akan mengubah
paradigma ekonomi klasik. Model baru interaksi komersial
berkembang sewaktu kalangan bisnis dan kustomer/pelanggan-pelanggannya
berpartisipasi dalam suatu pasar elektronik dan
mencapai manfaat bersama. GII (Global Information
Infrastructur) secara potensial telah mengubah dengan
cepat bidang komersil dan bidang-bidang lainnya
dengan mengurangi biaya secara dramatis dan memberi
suatu sarana baru untuk melakukan transaksi komersial.
Internet bakal mengubah pemasaran retail secara
revolusioner. Komersialisasi di Internet bakal mencapai
10 milyar dollar samapi akhir abad ini. " (U.S.
Executive Office of the President, 1997)
"Elektronic Commerce adalah
transaksi komersial dari jasa dalam format elektronik"
(Transatlantic Business Dialogue Electronic Commerce
White Paper, 1997)
"Electronic Commerce merujuk
secara umum kepada semua bentuk transaksi yang berkaitan
dengan aktifitas komersial, baik organisasi maupun
individual, yang berdasarkan pada pemrosesan dan
transmisi data yang digitalisasikan, termasuk teks,
suara, dan gambar" (OECD, 1997)
"Electronic Commerce berkaitan
dengan melakukan bisnis secara elektronik. E-commerce
didasarkan pada pemrosesan elektronik dan transmisi
data, termasuk teks, bunyi dan video. E-commerce
mencakup segala macam aktifitas termasuk perdagangan
elektronik baik barang ataupun jasa, pengiriman
secara online dari isi digital, transfer dana secara
elektronik, electronic share trading, electronic
bil of landing, commercial auctions, kolaborasi
desain dan rekayasa, online sourcing, public procurement,
direct consumer marketing, dan layanan purna jual.
Termasuk juga produk (consumer good, peralatan medis)
atau jasa (layanan informasi, keuangan dan hukum);
aktivitas tradisional (kesehatan, pendidikan) dan
aktivitas-aktivitas baru (virtual malls)" (European
Commission, 1997)
"Electronic Commerce adalah
melakukan aktifitas bisnis yang diarahkan pada pertukaran
nilai melalui jaringan telekomunikasi." (European
Information Technology Observatory, 1997)
"..elektonik commerce,
yang saat ini baru diterapkan secara terbatas pada
beberapa perusahaan saja, adalah memasuki suatu
era baru dimana beberapa orang yang tidak spesifik
misalnya pelanggan umum terkait dalam suatu jaringan.
Sebagai tambahan, isinya tidak hanya berupa transaksi
data untuk menempatkan atau menerima order yang
sederhana namun juga menyangkut kegiatan komersial
umum seperti publikasi, iklan, negosiasi, kontrak
dan fund settlements." (Ministry of Int'l.
Trade and Industry, Japan, 1996)
Dari berbagai
definisi dan gambaran mengenai e-commerce di atas dapat
dilihat adanya kesamaan pandangan tentang e-commerce
yaitu berkaitan dengan infrastruktur, format, lingkup
, bentuk transaksi dan representasi produk yang dikomersialisasikan.
Namun, dari beberapa gambaran di atas, satu hal penting
yang cuma disinggung oleh pernyataan Gedung Putih adalah
yang berkaitan dengan sasaran dari e-commerce yaitu
mengurangi biaya dan merupakan suatu sarana baru untuk
melakukan aktivitas komersial.
Mengurangi biaya
memang menjadi sangat penting apalagi kalau mengingat
aktifitas komersial konvensional seringkali melibatkan
beberapa rantai aktifitas yang menimbulkan biaya cukup
tinggi dalam menyelesaikan suatu proses ekonomi. Contoh
yang mudah adalah dalam kegiatan kita sehari-hari. Di
jakarta misalnya, Anda ingin membeli baju paling tidak
Anda harus menyiapkan kendaraan Anda atau keluar rumah
menunggu mobil angkutan umum, melakukan perjalanan dari
tempat Anda ke Mall terdekat, kena macet lalu lintas
Jakarta, mencari tempat parkir kendaraan Anda , mengeluarkan
ongkos parkir, masuk ke Mall , memilih baju yang cocok,
dan melakukan transaksi pembelian baik kontan maupun
dengan kartu kredit. Proses ekonomi di atas memakan
waktu, biaya, dan tenaga yang tidak kecil. Dalam ekonomi
berbasis e-commerce, dapat digambarkan Anda cuma perlu
mendial nomor akses ISP Anda, melakukan penelusuran
informasi mengenai barang yang Anda inginkan di virtual
mall dengan serach engine atau katalog elektronik, memilih
baju yang Anda inginkan secara virtual dan mengisi form
order dalam waktu kurang dari satu jam. Gambaran yang
mudah mengenai e-comerce di atas merupakan suatu ulasan
mengenai bagaimana biaya, waktu dan tenaga dapat begitu
ditekan untuk melakukan kegiatan ekonomi. Cuma masalahnya
adalah seberapa mendesak kebutuhan Anda itu? Kalau kebutuhan
Anda sangat mendesak, misalnya beli baju untuk ke pernikahan
teman nanti malam. E-commerce seperti yang diulas diatas
mungkin tidak dapat diterapkan dalam proses ekonomi
Anda. Jadi ada semacam tenggang waktu untuk mendapatkan
apa yang Anda beli dalam arti bagaimana kebutuhan Anda
apakah sangat mendesak atau tidak. Lalu apa manfaat
sebenarnya dari e-commerce ini dan bagaimana ini diterapkan
di dalam suatu sistem perekonomian?
|